Rabu, 04 Juli 2012

Pencak Silat dalam Era Kolaborasi dan Komunitas


Mungkin terasa janggal makna dari kolaborasi dalam dunia pencak silat di era modern saat ini, banyak pula kritikan bahkan kecirigaan yang berlebih menanggapi pencak silat dalam kolaborasinya dalam sebuah komunitas.
Batasan atau skat-skat yang selama ini menjadi penjara informasi menyebabkan banyak ketertinggalan dalam dunia pencak silat, penggalian informasi sudah sejak lama dilakukan dengan dan oleh beragam media sebut saja Majalah maupun media elekronik lainnya.
Batasan-batasan informasi pun semakin diperluas oleh gerakan komunitas dalam pencak silat yang menyebabkan pesilat melakukan kerjasama yang apik, unik dalam menggali dan bertukar informasi tentang pencak silat dalam kaidah kolaborasi.
Sebagai contoh wikipedia adalah salah satu media web yang menggunakan kekuatan kolaborasi ini, setiap orang dari di belahan dunia manapun saling berbagi dan memberi informasi tentang apa yang mereka ketahui dan menjadikan wikipedia sebagai salah satu ensiklopedia terluas dan terlengkap saat ini.
Hal ini dibangun oleh komunitas “open mind” yang menyadari bahwa informasi sangatlah penting bagi kehidupan manusia baik sejarah dan perkembangannya, lalu bagaimana dengan pencak silat?.
Kolaborasi bisa terjadi bila masing-masing individu dalam hal ini pesilat yang telah menyadari bahwa informasi mengenai pencak silat adalah milik umum, apalagi kebenaran informasi akan menjadi tolak ukur karena saling melengkapi satu dengan yang lainnya.
Sebagai contoh sebuah aliran yang sulit di telusuri karena ada perguruan silat yang merahasiakan sejarah aliran tertentu, lalu bagaimana informasi tentang kebenaran bisa di ungkapkan?, salah satunya karena sesunggunya informasi adalah milik umum dan apapun yang dirahasiakan atau di tutupi akan tetap kembali menjadi milik umum atau public.
Dalam fenomena berkomunitas dibutuhkan hal-hal berikut antara lain :
1. Opennes – keterbukaan
2. Sharing – berbagi
3. Action global – bertindak global
4. Peering – kerjasama
Empat syarat inilah yang akan menentukan berkembangnya komunitas dalam menggali pencak silat dalam berbagai aspek dan sejarahnya. Dalam komunitas pola hubungan antar pesilat dibentuk, dan disertai dengan kegiatan, kecendurungan ini akan menghasilkan sebuah fenomena pencak silat menjadi sebuah beladiri yang terjaga, terlindungi, terawat dan terbuka.
Walaupun ada sebagian pesilat yang mengkritik dengan tajam tentang tujuan berkomunitas tapi hal ini tidak akan berlangsung lama, karena umumnya setalah mereka mengetahui, merasakan bagaimana komunitas itu bekerja disinilah kesadaran dan kerbukaannya mulai tumbuh.
Komunitas hadir karena ruang informasi yang sempit dan terbatas, dan situasi ini memang sengaja di ciptakan oleh beberapa perguruan yang sengaja menutup rapat-rapat perguruannya karena ada hal-hal yang tidak ingin diketahui public, padahal kalau mau jujur perguruan tersebut mendapatkan atau mengolah jurus-jurusnya dari aliran yang berkembang saat itu, lalu di kolaborasikan di dalam perguruannya dan jadilah sebuah perguruan yang memiliki jurus-jurus yang handal. Lain halnya bila perguruan tersebut memang terbatas dalam pengelolaannya, sehingga tidak tersedia Sumber daya manusia yang mampu.
Dari sini bisa di tarik kesimpulan bahwa silat bukanlah milik sebuah perguruan tertentu, kewajiban sebuah perguruan adalah menjaga kemurnian alirannya dengan baik dengan memberikan informasi yang benar, bukan di tutupi. Karena dengan menutup diri, informasi akan tersumbat dan menyebabkan orang lain salah dalam memandang perguruan tersebut.
Kini saatnya pesilat harus membuka diri, tidak ada batasan seorang pesilat untuk belajar lebih jauh, berikan informasi yang benar dan catatlah semua sejarah dalam dokumentasi yang baik, jangan sampai silat kita ini terus menerus menjadi anak tiri di negerinya sendiri.(silat.blogsome.com)

Selasa, 03 Juli 2012

SEJARAH SINGKAT BERDIRI PERGURUAN SILAMBAWIQRI.


Perguruan Silambawiqri berdiri pada tanggal 29 Agustus 1993 M/ 12 Rabi’ul Awal 1414 H, di kampung Jaura Palaton Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi banten. Pendiri dan penggagasnya adalah As-Syeikh Drs. H. Ahmad Fathoni Karim, sekaligus sebagai Guru Besar Perguruan Silambawiqri. Sebenarnya pelatihan Silambawiqri sudah di selenggarakan sebelumnya, sewaktu Guru Besar masih menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Tebu Ireng Jawa Timur.Pelatihan tersebut di lakukan karena permohonan dalam mengisi program Organisasi Himpunan Santri Pasundan ( Hispa ), dan pada saat itu anggotanya berjumlah 60 orang, namun secara resmi Silambawiqri di cetuskan pada tanggal di atas.
Pada tanggal 6 Juni 1983 beliau kembali ke Pondok Pesantren Wasilatul Falah Rangkasbitung untuk melanjutkan belajar dan di beri tugas selaku Ustadz pada pondok dan madrasah, serta di ikat dalam jalinan keluarga, yaitu menikah dengan Ustz. Dra. Mutmainah binti Raslan / Ny. Emi adik kandung KH. Moch. Yusuf pada tanggal 30 Juni 1983 M / 18 Ramadhan 1404 H. Mulai saat itu Silambawiqri di dakawahkan di lingkungan keluarga, kerabat, dan beberapa santri Wasilatul Falah secara tertutup sampai dengan 5 Oktober 1986 M/ 29 Muharam 1407 H.
Pada tanggal 29 Muharam 1407 H/ 5 Oktober 1986 M, Guru Besar bersama keluarga hijrah ke Kampung Jaura palaton. Identitas pendiri tercium Wakil Ketua DKM Masjid Al-Muhajirin kampung tersebut,  maka beliau di sambut dan di beri tugas untuk mengajar anak-anak dan remaja, dengan menempati masjid sebagai tempat pendidikan. Maka da’wah pun di lakukan dengan semi terbuka. Kegiatan ini di laksanakan setiap malam kecuali malam jum’at dan berlangsung sampai tahun 1988 M, kemudian waktunya di alihkan setelah shalat subuh, berlangsung sampai tahun 1990 dengan jumlah 62 orang. Latihan pun pernah di lakukan di depan rumah beliau dengan memilih waktu pada setiap malam jum’at, kegiatan ini berlangsung sampai dengan tanggal 1 Juli 1992, karena kondisi tidak memungkinkan, maka pada tanggal 2 Juni 1992 pindah ke BTN Bumi Ciujung Makmur Blok A No.6, dengan sasaran tempatnya yaitu masjid, Madrasah Al-Muhajirin, lapangan Depag, dan lapangan halaman rumah milik salah satu warga.
Setelah latihan berjalan secara semi terbuka, beliau pun berinisiatif untuk menda’wahkan secara terbuka. Di awal tahun 1993 tepatnya tanggal 1 Januari sampai dengan 31 Mei, beliau mengadakan observasi dan penelitian yang seksama kepada seluruh anggota sejak angkatan tahun 1983. Atas dasar itulah dalam waktu 15 hari ( 1-15 Juni 1993 ) mengadakan studi kelayakan pada perguruan-perguruan yang ada di kota Bandung, terutama ke Perguruan Satria Nusantara Bandung dan 2 hari ( 21-22 Juni 1993 ) observasi ke Serpong Tangerang dan kota Jakarta. Kemudian hasil studi ini di sampaikan kepada anggota terdekat di sekitar Jaura Palaton Muara Ciujung Timur Rangkasbitung di forum  Musyawarah tanggal 8 agustus 1993 dan menyepakati dengan suara bulat membentuk panitia hari jadi perguruan .
Nama perguruan di ajukan beliau pada musyawarah 12 Agustus 1993 dengan nama perguruan ”Silat Tenaga Dalam Batin Wiqoyah Riayah” di singkat ”Perguruan Silambawiqri”, serta di ajukan pula nama-nama calon pengurus dan hari peresmiannya tanggal 12 Rabi’ul Awal 1414 H / 29 Agustus 1993 M. Pada musyawarah ini terbentuk Panitia Hari Jadi Perguruan yang di ketuai Drs. Anas Hidayat dan sekretarisnya Fachrudin dengan biaya penyelenggara Rp. 330.000.
Setelah terbentuk Panitia Peresmian Silambawiqri hasil musyawarah 12 Agustus 1993, bertugas antara lain pendataan anggota sekitar kota Rangkasbitung sampai dengan 19 Agustus 1993 terhimpun berjumlah 99 orang dan berkat kerja keras Panitia berhasil mengundang 193 orang terdiri dari anggota 173 orang, Pengurus Silambawiqri 10 orang, dan pengurus IPSI 4 orang ( A.Sulaha, menjabat sebagai Ketua harian; Eman sebagai Sekretaris 1 ; Nurbani sebagai Sekretaris Umum ; Drs. Jamaludin sebagai Seksi Kerohanian ) dan tokoh masyarakat 3 orang.
Jadi anggota Silambawiqri yang menerima AD/ART dan yang sudah memiliki nomor induk sejak 6 Juni 1993 sampai dengan 29 Agustus 1993 berjumlah 170 orang.
Peresmian Perguruan Silambawiqri pada tanggal 29 Agustus 1993 di paralelkan dengan memperingati maulid Nabi Muhammad SAW, serta reuni 1 ( Forum Silaturrahmi 1 Keluarga Besar Perguruan ) tanggal 12 Rabi’ul Awwal 1414 H dengan dasar ” sekali mendayung beberapa pulau terjangkau”.
Perguruan Silambawiqri di resmikan oleh pengurus IPSI Kabupaten lebak yang di wakili Bapak Sulaha selaku Ketua Pengurus harian dan di dampingi Sekretaris Umum, Sekretaris satu, dan Seksi Kerohanian.
Periodisasi Perguruan Silambawiqri di bagi kepada tiga periode yaitu : Periode Tebu Ireng, Periode sebelum di resmikan, dan Periode setelah di resmikan. Sekretariat Periode Tebu Ireng 14 April 1982 s/d 2 Juni 1983,    bertempat di Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang jawa Timur Blok M No.6. Sekretariat periode sebelum di resmikan pertama di Pondok Pesantren Wasilatul Falah 3 Juni 1983 s/d 4 Oktober 1986, kemudian di Kp.Jaura palaton Muara Ciujung Timur Rangkasbitung 5 Oktober s/d 1 Juni 1992, dan di BTN Bumi Ciujung makmur Blok A No.3 Rangkasbitung 2 Juni 1992 s/d 29 Agustus 1993. Periode setelah di resmikan, pertama di Bumi Ciujung Makmur Blok A3 No.6 Rangkasbitung tanggal 20 Agustus 1993 s/d 9 Juni 1994 M. Kemudian di kembangkan di Pondok Pesantren Fathurrobbaaniy.

Selasa, 26 Juni 2012

Halaqoh Persilatan Pesantren

Halaqoh Persilatan Pesantren di adakan sebagai wahana silaturahmi antara para Pendekar Pagarnusa Silamba Wiqri dengan Para Pendekar dari Perguruan lainnya juga bertujuan untuk menempa para anggota Perguruan Silat Pagarnusa Silamba Wiqri. Halaqoh Persilatan ini di adakan hasil kerja sama antara Perguruan Pagarnusa Silamba Wiqri dengan Forum Komunikasi Pendekar Persilatan.
Waktu Kegiatan :

Hari     : Rabu
Waktu : Ba’da Isya (Pkl. 20.00 s.d Selesai)
Tempat: Pantai Timur Batu Hiu Ciliang Parigi Ciamis Jawa Barat
Biaya   :Gratis(tidak ada pungutan biaya latihan)

Halaqoh ini diadakan secara terbuka yang dapat diikuti oleh anggota Perguruan Pagar Nusa Silamba Wiqri dan juga warga masyarakat umum.

KH.MAKSUM JAUHARI (GUS MAKSUM SANG PENDEKAR)

Nama Gus Maksum memang selalu identik dengan dunia persilatan, tentu kita tidak asing lagi dengan Nama “PAGAR NUSA” yaitu ikatan pencak silat Nahdlatul ulama yang dididirikan pada tanggal 3 januari 1986 di pondok pesantren Lirboyo oleh para kyai-kyia NU dan sekaligus mengukuhkan Gus Ma’sum sebagai ketuanya.
kh, Maksum jauhari
Gus Maksum lahir di Kanigoro, Kras, Kediri, pada tanggal 8 Agustus 1944, salah seorang cucu pendiri Pondok Pesantren Lirboyo KH Manaf Abdul Karim. Semasa kecil ia belajar kepada orang tuanya KH Abdullah Jauhari di Kanigoro. Ia menempuh pendidikan di SD Kanigoro (1957) lalu melanjutkan ke Madrasah Tsanawiyah Lirboyo, namun tidak sampai tamat. Selebihnya, ia lebih senang mengembara ke berbagai daerah untuk berguru ilmu silat, tenaga dalam, pengobatan dan kejadukan .
KH.MA’SUM JAUHARI (GUS MA’SUM SANG PENDEKAR)
Sebagai seorang kiai, Gus Maksum berprilaku nyeleneh menurut adat kebiasaan orang pesantren. Penampilannya nyentrik. Dia berambut gondrong, jengot dan kumis lebat, kain sarungnya hampir mendekati lutut, selalu memakai bakiak. Lalu, seperti kebiasaan orang-orang “jadug” di pesantren, Gus Maksum tidak pernah makan nasi alias ngerowot. Uniknya lagi, dia suka memelihara binatang yang tidak umum. Hingga masa tuanya Gus Maksum memelihara beberapa jenis binatang seperti berbagai jenis ular dan unggas, buaya, kera, orangutan dan sejenisnya.
Dikalangan masyarakat umum, Gus Maksum dikenal sakti mandaraguna. Rambutnya tak mempan dipotong (konon hanya ibundanya yang bisa mencukur rambut Gus Maksum), mulutnya bisa menyemburkan api, punya kekuatan tenaga dalam luar biasa dan mampu mengangkat beban seberat apapun, mampu menaklukkan jin, kebal senjata tajam, tak mempan disantet, dan seterusnya. Di setiap medan laga (dalam dunia persilatan juga dikenal istilah sabung) tak ada yang mungkin berani berhadapan dengan Gus Maksum, dan kehadirannya membuat para pendekar aliran hitam gelagapan. Kharisma Gus Maksum cukup untuk membangkitkan semangat pengembangan ilmu kanuragan di pesantren melalui Pagar Nusa.
Sebagai jenderal utama “pagar NU dan pagar bangsa” Gus Maksum selalu sejalur dengan garis politik Nahdlatul Ulama, namun dia tak pernah terlibat politik praktis, tak kenal dualisme atau dwifungsi. Saat kondisi politik memaksa warga NU berkonfrontasi dengan PKI Gus Maksum menjadi komandan penumpasan PKI beserta antek-anteknya di wilayah Jawa Timur, terutama karesidenan Kediri. Ketika NU bergabung ke dalam PPP maupun ketika PBNU mendeklarasikan PKB, Gus Maksum selalu menjadi jurkam nasional yang menggetarkan podium. Namun dirinya tidak pernah mau menduduki jabatan legislatif ataupun eksekutif. Pendekar ya pendekar! Gus Maksum wafat di Kanigoro pada 21 Januari 2003 lalu dan dimakamkan di pemakaman keluarga Pesantren Lirboyo dengan meninggalkan semangat dan keberanian yang luar biasa.

Ilmu Tenaga Dalam Asmaul Husna

Wiridnya :
“LAU ANZALNAA HADZALQUR’ANA A’LAA JABALIN LARA-AITAHU KHOSYI’AN MUTASHODDI’AN MIN KHOSYYATILLAHI WATILKAL AMTASALU NADIRIBUHAA LINNASI LA’ALLAHUM YATAFAKKARUNA. HUWALLAAHULLADZII LAA ILAAHA ILLA HUWA ‘AALIMULGHOIBI WASYSYAHADATI HUWARRAHMAANIRRAHIIM. HUWALLAAHULLADZII LAA ILAAHA ILLAAHUWALMALIKULQUDDUUSUSSALAMUL MUKMINULMUHAIMINUL ‘AZIIZUL JABBARUL MUTAKABBIRU SUBHAANALLAHI’AMMAA YUSYRIKUUNA. HUWALLAAHULKHOOLLIQULBAARIUL MUSHOUWWIRU LAHUL ASMAUL HUSNAA YUSABBIHU LAHU MAA FIIS SAMAWAATI WAL ARDLI WA HUWAL A’ZIIZUL HAKIIMU.” 11x

Caranya :
Puasa biasa selama 7 hari, hari ke-7 harus hari jumat. Di hari ke-7 setelah berbuka puasa, pada jam 7 malam sampai keesokan harinya (jam 7 pagi) jangan tidur sama sekali. selama 7 hari puasa baca doa diatas 11 kali setelah solat 5 waktu
Pada saat energi tenaga dalam mistik ini hendak dipakai baca doa 1x
Peringatan:
jangan digunakan buat kesombongan,dan jaga diri dari sifat takkabur.Bila ingin mengamalkan aurad ini harus meminta ijazah terdahulu kepada ahlinya.(Satrya Wirang Said)

Pagar Nusa Pembela Ulama

KAWAH - Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyatakan bahwa mengawal ulama-ulama NU punya arti penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara karena turut berjuang dalam merebut dan mempertahankan NKRI. “Mengawal ulama-ulama NU berarti mengawal bangsa Indonesia karena mereka telah ikut berjuang mendirikan bangsa Indonesia,” katanyad pada pembukaan Festival Pagar Nusa 2012 yang berlangsung di OSO Sport Center, Tambun, Bekasi, Jawa Barat, Senin (2/4).

Kang Said, demikian ia akrab disapa, menyatakan, perjuangan ulama NU dalam mendirikan bangsa Indonesia mulai dari perjuangan fisik hingga ideologi. Dalam perjuangan fisik, ulama-ulama NU yang berbasis pesantren-pesantren, ikut berjuang mengusir penjajah. Seperti peristiwa arek Suroboyo mengusir NICA di Jawa Timur.

Sedangkan dalam perjuangan ideologi, alih-alih ingin mendirikan negara Islam, ulama-ulama NU dengan tegas menyatakan komitmennya untuk mendirikan negara damai (darus salam) sebagaimana terekam pada Muktamar NU tahun 1935 di Banjarmasin.

Dalam hal ini, terang alumnus Universitas Ummul Quro, Mekkah itu, dalam merumuskan Pancasila, KH Wahid Hasyim juga ikut terlibat di dalamnya sebagai panitia inti.

Kemudian Kang Said mengamanatkan kepada para pendekar Pagar Nusa supaya "jangan sombong, karena itu perbuatan sia-sia."

"Ingatlah peristiwa perang Hunain ketika zaman Nabi. Waktu itu umat Islam datang dengan jumlah pasukan yang besar. Tapi karena mereka sombong, mereka kalah. Pasukan bercearai-berai," katanya.

Hadir pada kesempatan itu, Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Yahya Faisal Zaini, Ketua Umum PP Pagar Nusa KH Fuad Anwar, Dewan Khas KH Suyuthi Ghozali, Dewan Pendekar, Dewan Ketabiban, jajaran pengurus Pagar Nusa, pengurus cabang NU Bekasi dan peserta Kejurnas.

Festival Pagar Nusa 2012 berlangsung dari 2-5 April. Agendanya meliputi Kejurnas Pencak Silat, Festival Pencak Silat Tradisional, Sarasehan Pendekar, dan Pengobatan Alternatif. dilansir dari NU online

Cara Membangkitkan Tenaga Dalam

1. Pertama tama, duduk bersila dilantai. konsentrasikan pikiran anda kesatu titik saja. bayangkan seluruh energi dalam tubuh anda mengalir dan rasakan itu.
 2. Angkat kedua tangan anda sejajar didepan dada. lengan merapat kebadan. telapaknya saling berhadap hadapan. seperti sedang akan sungkem. lalu tariklah nafas dalam dalam. sambil tangan anda mulai dijauh dekatkan satu sama lain. ingat tangan jangan bersentuhan. hanya dipompakan antar tangan satu ketangan lainnya.(memancing energinya keluar)
3. Sambil tangan terus begitu. tarik nafas yg dalam dalam lalu buang dengan teratur. kemudian mulailah menggunakan bacaan dzikrullah ini untuk mempercepat proses pengeluaran tenaga dalam tersebut (spt doppingnya lah ) BACAANNYA : YAA...QOWWIYYUU...YA,...MATIIIN.........
4. Bacaan dzikir tersebut diulang ulang terus, dan semakin cepat beriringan dengan tangan anda yg juga makin cepat memompa satu sama lain. ingat, semakin mulai terasa energinya muncul semakin cepat saja anda mainkan gerakan tangan anda memompa.
 5. jika konsentrasi anda benar dan bakat anda besar, maka dalam waktu beberapa menit saja, tangan anda akan bergerak sendiri tanpa dipompa lagi. bahkan jika energi anda besar, tangan itu akan bergerak sampai keatas sangat kencang sekali (seperti putaran kipas angin). bahkan susah untuk dikendalikan. jika anda ingin menghentikan energi tersebut, gampang, tinggal meniatkan berhenti saja maka akan berhenti pula semua itu. 6. jika cara seperti itu sudah berhasil, sekarang kita coba cara yg halus. ulangi sekali lagi semua ritual diatas. hanya kali ini bedanya, tangan anda digerakkan/dipompa satu sama lain secara perlahan saja. bayangkan ditengah antar telapak tangan anda yg satu dengan yg lain ! anda akan merasakan ada seperti bola energi yang seakan menghalangi ditengah tengah. bahkan hawanya akan terasa panas diantara tangan anda. anda pun dapat memegang2 bola energi tersebut spt bola karet yg ditekan tekan.[from forum kaskus]